Belajar dan Pengertian Backup data dan recovery

Belajar dan Pengertian Backup data dan recovery

ok gan kali saya akan mengshare tentang Belajar dan Pengertian Backup data dan recovery, postingan kali ini adalah ide dari kawan saya ,dia mengusulkan tentang postingan pada hari ini,,, tampa panjang lebar
langsung kita ke TKP cikidott, :)

Backup : Proses secara periodik untuk membuat duplikat dari database dan melakukan logging file
              (atau program) ke media peyimpanan eksternal

Jurnaling : proses meyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yg dibuat di database untuk
               proses rocovery yg efektif jika terjadi kesalahan


isi jurnal :
-Record transaksi
1.identifikasi dari record
2.tipe record jurnal (transaksi start,insert,update,delete,abort,commit)
3.item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
4.item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
5.informasi manajemen jurnal (misal :pionter sebelum dan record jurnal selanjutnya untuk semua tansaksi)

-Record chekpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari kegagalan, kalo sekedar redo,akan sulit peyimpanan sejamana jurna; untuk mencari kembali makanya untuk membatasi pencarian meggunakan teknik ini..


Recovery : merupakan upaya untuk mengembalikan basis data ke keadaan yg dianggap benar setelah terjadi suatu kegagalan

-Jenis pemulihan
1.pemulihan terhadap kegagalan tansaksi : kesatuan produsen alam program yang dapat
mengubah/memperbaruhi data pada sejumlah tabel.
2.pemulihan terhadap kegagalan media : pemulihan karna kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
3.pemulihan terhadap kegagalan sistem : karena gangguan sisitem,hang,listrik terputus
aliranya

-Fasilitas pemulihan pada DBMS :
1.mekanisme backup secara periodik
2.fasilitas logging dengan membuat track pada tempat saat transaksi berlangsung dan pda saat database berubah
3.fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
4.manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadi kesalahan

Teknik pemulihan:
1.defered update/perubahan yg ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung samapai transaksi ada pada pion di setujui (commit). jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi di perlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut
2.immediate update/perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menuggu sebuah transaksi tersebut di setujui.jika terjadi kegagalan.
3.shadow paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yg sama , yg satu menjadi tabel transaksi dan yg laen di gunakan sebagai cadangan.ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yg menyimpan semua perubahan ke database tabel bayangan akan di gunakan jika terjadi kesalahan.keuntungannya adalah tidak butuh REDO atau UNDO , kelemahanya membuat terjadinya fragmentasi

Transfer File antara Komputer dengan SCP

Transfer File antara Komputer dengan SCP


Okeh.. karena ini tulisan pertama saya, sekaligus pertama kalinya saya menyentuh dunia blogging.. maka yang akan saya tulis disini ya yang ringan-ringan saja. Penulis menyadari keamatirannya, serta tulisan ini masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya (alah ini mau posting aja udah kaya bikin buku, kata pengantarnya panjang banget).
Okeh.. apa itu secure copy?daripada pusing-pusing. Langsung aja
Secure Copy or SCP is a means of securely transferring computer files between a local and a remote host or between two remote hosts, using the Secure Shell (SSH) protocol.

What the hell! Apa itu? Bagaimana penggunaannya? *lebay
Sekarang begini. Jika anda sedang dalam keadaan meremote server atau komputer dengan ssh. Lalu anda menginginkan file dokumen anda yang berada di server untuk di transfer ke komputer anda.
Bagaimana caranya? File sharing dengan samba? Oh my goat. Hanya untuk mentransfer file ukuran beberapa byte saja, anda harus mendownload paket-paket samba yang cukup besar. Belum lagi konfigurasi sana sini. FTP? Tidak secure.
Dengan scp cukup mudah. Kali ini penulis menggunakan 2 komputer ber OS Ubuntu.
Berikut contoh command scp:
scp server@192.168.0.1:/home/server/Desktop/denny.txt /home/denny/Desktop/
Penjelasan command di atas adalah, anda melakukan copy file "denny.txt" dari komputer remote pada folder /home/server/Desktop/ yang ber IP 192.168.0.1 dan mempunyai username "server", ke komputer lokal pada folder /home/denny/Desktop/
Secara garis besar fungsi scp ada 3:
1.Copy dari remote ke local (sudah dijelaskan di atas)
2.Copy dari local ke remote, format penggunaan:
scp nama_file username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan
3.Copy dari remote ke remote, format penggunaan:
scp username@ip_tempat_file:/folder/tempat/menyimpan/nama/file username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan/nama/file
Jika ternyata port yang digunakan bukan port default atau port 22, dapat ditambahkan opsi -P diikuti dengan port yang digunakan:
scp -P port_ssh username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan
Kabarnya sih transfer file melalui scp ini lebih aman ketimbang menggunakan ftp biasa. Karena data yang akan di transfer, sebelumnya dilakukan proses enkripsi sehingga tidak bisa dengan mudah dibaca oleh software-sofware packet sniffer. Namanya juga secure gitu loh.
Namun karena dilakukan enkripsi maka kecepatan transfer juga lebih lambat dibandingkan transfer dengan ftp atau wget dari http.
Sebagai penutupnya, silahkan ketik "man scp" pada terminal, untuk melihat lebih lengkap bagaimana penggunaan scp.